Category Archives: syair

My Poetry


Sadar……

 Saat itu di jalan kulalui hari

Kuning senja menaungiku seluas ku memandang

Tuhan .. sungguh menakjubkan hati

 

Tak terasa roda-roda sepeda jetku terus menderu

Walau awan hitam memekakan hidungku

Aku terus melaju ..

 

Di persimpangan ku terhenti sejenak

Tak sengaja sesosok wajah melintas di sampingku

Tatap wajahnya kosong, penuh peluh dan pasir hitam jalanan

Sejenak kususuri jalan liku wajahnya, kerut di dahinya

Seakan menunjukkan nyala api masih ada di kepalanya

 

Terpaku ku lihat siluet tubuhnya

Terbendung deras air di mataku, sungguh terlempar aku ke dasar palung terdalam

Satu teman kakinya hilang entah kemana

Sedang yang satunya kecil tak sesuai dengan raganya, tapi ia masih tersenyum merekah

 

Sejenak ku aku khusyuk..

Tuhan sungguh engkaulah yang mempunyai pena dan kertas

Sungguh engkaulah yang mempunyai palu hakim

 

Didasar hati seketika aku tersungkur

Bendungan itu hancur berkeping-keping, air itu mengalir

Bak air bah ketika hujan deras yang menyapu apapun di depannya

 

Segala keangkuhan hatipun sirna karenanya

Terima kasih Tuhan, kau masih membuka gerbang petunjukMu

 

Kemudian kulanjutkan deru sepeda jetku

Ya aku ingin menjadi manusia yang slalu melihat dari langit dengan tetap berpijak pada bumi.. ridhoilah Tuhanku 

Brama, 15 juli 2009

Advertisements

My Poetry


Terindah untukku…… 

Hmm… aku bahagia, dan kini ku bahagia

Engkau kini hadir dalam hidupku

Menyinari setiap sudut ruang hatiku

Engkaulah nyawaku, engkaulah alasan hidupku

 

Aku ingin kau tahu, kau yang di sana… ingatlah senyumanku

Mengartikan sejuta rasa untukmu

Karena ketika kulihat, aku tahu kaulah yang terindah untukku

 

Tahukah kau betapa dalam kuselami samudra untuk mencari dirimu??

Seiring kau hadir dalam hidupku, aku tahu kaulah separuh hatiku

 

Tahukah kau? Akan kusimpan senyumanmu selalu dalam hatiku

Karena kutahu kaulah satu yang terindah bagiku……

 

Sungguh aku cinta padamu, setulus hatiku akan setia pada dirimu

Kuharap kau rasakan hal yang sama akan cintamu

 

Satu yang kupinta darimu, jadilah bagian hidupku

Dan Tuhan untukMu, kumohon restuilah cintaku

Bawalah aku ke dalam nikmat surgamu dengan kehadiran dirinya

Karena Tuhan, sungguh aku mengingikannya

 

Tuhan terimalah permintaanku ini, untuk setia menjalani hidup dengannya selamanya… Amiin 

Brama Halilintar, 28 Juli 2009

My Poetry


Risau Untuk Memiliki…… 

 

Waktu itu terus berlalu, desir anginpun terus menderu

Aku… sendiri di sini ku daki gunung yang tinggi

Ya!! Akan ku daki gunung impianku itu…

Hujan, dingin, hitam, kabut, pekat malam…

Tak akan mampu membendungku

 

Bulan akankah kau bersinar malam ini?????

Walaupun awan hitam membayangimu…

Aku yakin engkau berada di sana memperhatikanku

 

Matahari , aku yakin engkau akan terus memberikan sinarmu

Tanpa lelah, rasa kantuk, dan tanpa kau mengharap madu dari sekelilingmu

 

Kini disini ku sendiri, masih sendiri…

Aku sendiri karena aku risau untuk memiliki…

Memiliki hati sang bulan, yang akankah dapat mendampingiku???

 

Bisakah aku menjadi sang matahari, bisakah?

Tuhan aku bertanya dalam hati, dengan nafas yang terus memburu…

Aku terus bertanya, dan semoga sebuah tanya akan ada jawabnya

 

Jujur aku kini belum mampu menjadi seperti matahari

Tapi aku yakin, bahwa sebuah gunung yang sangat besar tadinya adalah gundukkan yang kecil

 

Tuhan ridhoilah setiap jejak langkahku, aku mohon tuntun aku dalam melangkah… ke jalan Mu

Jalan surgamu… Amiin

 

Brama Halilintar, 26 Juli 2009